Juventus Harus Bangkit!

Juventus mengalami kesulitan berkompetisi di Eropa. Tim berjuluk La Vecchia Signora hanya mampu meraih tiga poin dari tiga laga babak penyisihan Grup A Liga Champions.

Raihan ini berbanding terbalik dengan pencapaian di Serie-A, memuncaki klasemen dengan koleksi 19 poin, hasil dari enam kemenangan dan satu kali seri.

Skuat asuhan pelatih Massimiliano Allegri memulai turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Malmo pada 17 September lalu, namun, Juventus tak mampu mempertahankan performa.

Di dua pertandingan selanjutnya, Gianluigi Buffon cs menderita kekalahan, masing-masing dengan skor 0-1 atas Atletico Madrid dan Olympiakos.

Striker Juventus, Carlos Tevez, meminta kepada rekan satu tim untuk bangkit dari keterpurukan dan mengubah mental bertanding saat berkompetisi di Eropa. Sebab, apabila tidak melakukan perubahan maka kegagalan melaju ke fase knock-out seperti tahun lalu akan kembali terulang.
“Sepanjang sejarah, Juventus merupakan tim yang sangat kuat di domestik (Serie-A,-red) dan goyah di Eropa. Kami harus mengubah ini. Ini adalah masalah mentalitas dan itu kembali kepada kami untuk membalikkan keadaan,” ujar Tevez seperti dilansir situs UEFA.com.

Untuk sementara, Juve menempati peringkat ketiga Grup A dengan koleksi tiga poin. Raihan poin ini lebih baik dari tahun lalu yang hanya dua poin. Hasil buruk di tiga laga awal di musim lalu membuat La Vecchia Signora kalah bersaing dengan Real Madrid dan Galatasaray. Juve hanya menempati peringkat ketiga klasemen akhir dengan enam poin.
Akhirnya, wakil Italia itu berkompetisi di Liga Europa. Namun, hanya mencapai babak semifinal setelah disingkirkan Benfica. Sangat disayangkan kekalahan ini padahal kompetisi antar klub kasta kedua di Eropa pada musim lalu digelar di Juventus Stadium, yang notabene kandang Juventus.

Bianconeri memang perkasa di Italia dengan raihan 30 scudetto. Namun, di kompetisi Eropa, mereka kesulitan mendominasi, hanya satu gelar Piala Winner (1983-1984), dua gelar Liga Champions (1984-1985 dan 1995-1996), tiga gelar Piala UEFA (1976-1977, 1989-1990, dan 1992-1993), dan dua gelar Piala Super Eropa (1984 dan 1996).
“Di Eropa tidak ada laga mudah semua tim bermain untuk mendapatkan hasil, karena ini kompetisi yang sangat singkat. Kami memiliki grup yang tampak simpel, namun tahun lalu demikian adanya, tetapi Juventus tereliminasi. Ini mendemonstrasikan bahwa di Eropa grup yang dianggap mudah tidak selalu begitu kenyataannya,” ujar Massimiliano Allegri.